KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan dengan meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Kimia, Rida Putri Mahendra, berhasil memenangkan kompetisi riset tingkat nasional dalam Konferensi Nasional Kimia Terapan (KNKT) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (15 April 2026) lalu. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kampus yang berlokasi di Sulawesi Tenggara tersebut.
Rida Putri Mahendra, mahasiswa semester enam dari Program Studi Kimia Fakultas Kimia Universitas Muhammadiyah Kendari, berhasil meraih posisi juara pertama dalam kategori “Inovasi Kimia Ramah Lingkungan” dengan penelitiannya berjudul “Pengembangan Biosorben Berbasis Limbah Cangkang Kerang untuk Adsorbsi Logam Berat Merkuri dalam Air Tercemar.” Prestasi luar biasa ini diraih melalui kerja keras, dedikasi, dan bimbingan intensif dari dosen pembimbing selama enam bulan melakukan riset.
Kompetisi riset nasional yang menghadirkan peserta dari lebih dari 150 universitas se-Indonesia ini merupakan ajang bergengsi untuk menampilkan inovasi dan kreativitas mahasiswa di bidang kimia terapan. Peserta diminta untuk membuat penelitian original yang relevan dengan tantangan industri kimia modern serta memiliki nilai praktis yang tinggi untuk masyarakat luas.
Perjalanan Menuju Juara Nasional
Rida memulai perjalanan risetnya sejak bulan Oktober 2025 setelah mengikuti seminar pengenalan bidang penelitian yang diselenggarakan oleh Fakultas Kimia. Ide penelitiannya muncul dari kekhawatinannya terhadap pencemaran air tanah di kawasan pesisir Sulawesi Tenggara, khususnya masalah kontaminasi logam berat yang mengancam kesehatan masyarakat lokal.
“Saya melihat bahwa limbah industri perikanan dan pabrik pengolahan kerang di Kendari tidak dikelola dengan sempurna. Limbah cangkang kerang yang melimpah sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna, yaitu sebagai biosorben yang dapat menyerap logam berat dari air. Inilah yang mendorong saya untuk melakukan penelitian ini,” ujar Rida Putri Mahendra saat diwawancarai di ruang laboratorium Kimia Analitik Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (16 April 2026).
Penelitian yang dilakukan Rida menggunakan metodologi ilmiah yang komprehensif. Ia mengolah limbah cangkang kerang melalui proses aktivasi kimia dan fisika, kemudian menguji kemampuan biosorben yang dihasilkan dalam menyerap merkuri dari sampel air tercemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorben dari cangkang kerang dapat menyerap merkuri hingga 94,5 persen dalam waktu 120 menit dengan konsentrasi awal 50 mg/L.
“Apa yang membuat penelitian Rida istimewa adalah kombinasi antara nilai sustainability, ekonomi, dan dampak lingkungan yang signifikan. Beliau tidak hanya menciptakan solusi untuk masalah pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah industri perikanan lokal kita,” tambah Rida dengan antusiasme.
Dukungan Akademis dan Sumber Daya
Kesuksesan Rida tidak lepas dari dukungan penuh dosen pembimbing dan infrastruktur akademis Universitas Muhammadiyah Kendari. Dr. Hendra Susanto, M.Si., dosen pembimbing Rida dan Ketua Program Studi Kimia, telah memberikan bimbingan akademis yang intensif dan berkelanjutan sejak awal penelitian.
“Rida adalah mahasiswa yang memiliki dedikasi tinggi dan rasa ingin tahu yang sangat kuat. Sejak awal, beliau aktif berdiskusi tentang penelitian, sering mengunjungi laboratorium, dan tidak pernah puas dengan hasil awal. Kami selalu memberikan masukan dan arahan untuk meningkatkan kualitas penelitian. Universitas Muhammadiyah Kendari memang memiliki komitmen untuk mendorong mahasiswa melakukan riset yang berkontribusi pada masyarakat,” jelas Dr. Hendra Susanto dalam wawancara formal, Rabu pagi (16 April 2026).
Laboratorium Kimia Analitik dan Kimia Organik di Fakultas Kimia Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyediakan fasilitas dan peralatan yang memadai untuk menunjang penelitian Rida. Meskipun terbatas dibandingkan dengan universitas besar di kota-kota besar, laboratorium ini terus diupayakan untuk ditingkatkan dengan peralatan modern dan bahan kimia berkualitas tinggi.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas penelitian kami. Laboratorium kami dilengkapi dengan beberapa peralatan modern seperti Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), Fourier Transform Infrared (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM) yang merupakan peralatan kunci untuk analisis karakter biosorben yang Rida lakukan. Investasi pada fasilitas penelitian ini sangat penting untuk mendukung mahasiswa menghasilkan penelitian berkualitas internasional,” ungkap Dr. Hendra Susanto lebih lanjut.
Dampak dan Relevansi Praktis
Penelitian Rida memiliki relevansi praktis yang tinggi untuk industri dan masyarakat lokal Kendari. Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari, memiliki potensi besar dalam industri perikanan dan pengolahan hasil laut. Namun, pengelolaan limbah industri ini masih menjadi tantangan lingkungan yang serius.
Dengan adanya teknologi biosorben berbasis limbah cangkang kerang yang dikembangkan Rida, diharapkan industri perikanan lokal dapat mengoptimalkan pengelolaan limbah mereka sambil berkontribusi pada pemecahan masalah pencemaran air. Teknologi ini juga memiliki potensi untuk diproduksi secara massal dengan biaya yang relatif terjangkau, mengingat bahan baku limbah cangkang kerang tersedia melimpah di daerah pesisir.
Prof. Dr. Muhammad Arif, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengapresiasi tinggi pencapaian Rida. Dalam sebuah pernyataan resmi yang diberikan kepada pers, Rektor menekankan pentingnya penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah lokal.
“Pencapaian Rida Putri Mahendra menunjukkan bahwa universitas di daerah seperti Kendari mampu menghasilkan penelitian berkualitas nasional bahkan internasional. Kami percaya bahwa mahasiswa kita memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan mahasiswa dari universitas-universitas ternama di Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Yang dibutuhkan adalah motivasi, dedikasi, dan dukungan lingkungan akademis yang kondusif. Pencapaian Rida ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Dr. Muhammad Arif dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (16 April 2026) siang.
Dekan Fakultas Kimia, Dr. Siti Nurhayati, M.S., juga menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh mahasiswanya. Ia mengatakan bahwa pencapaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi pengembangan akademis yang terstruktur.
“Di Fakultas Kimia, kami memiliki program khusus untuk mendorong mahasiswa melakukan penelitian sejak semester awal. Kami juga secara rutin mengadakan workshop, seminar, dan bimbingan menulis artikel ilmiah. Setiap tahun, kami menargetkan minimal satu hingga dua mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional. Pencapaian Rida tahun ini menunjukkan bahwa strategi ini efektif dan perlu terus ditingkatkan,” papar Dr. Siti Nurhayati ketika dihubungi via telepon, Rabu sore (16 April 2026).
Rencana Tindak Lanjut dan Pengembangan
Setelah meraih prestasi ini, Rida berencana untuk melanjutkan penelitiannya ke tahap pengembangan lebih lanjut. Ia sedang mempersiapkan proposal untuk uji coba skala pilot dengan beberapa industri perikanan lokal di Kendari. Selain itu, Rida juga berencana untuk mempublikasikan hasil penelitiannya ke jurnal ilmiah internasional.
“Saya ingin penelitian ini tidak hanya berhenti di tingkat kompetisi nasional, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan di industri perikanan lokal kita. Saya juga ingin membuat publikasi di jurnal internasional sehingga penelitian ini dapat dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya Indonesia tetapi juga negara-negara lain yang menghadapi masalah serupa,” ungkap Rida dengan semangat yang tinggi.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berencana untuk mendukung pengembangan lebih lanjut dari penelitian Rida melalui pendanaan internal dan eksternal. Pihak universitas akan memfasilitasi Rida dalam mencari partner industri dan institusi penelitian yang dapat membantu mengembangkan teknologi biosorben ini ke tahap komersial.
Prestasi Sebagai Motivasi Kolektif
Pencapaian Rida Putri Mahendra diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari lainnya, khususnya di Fakultas Kimia, untuk terus berinovasi dan menghasilkan penelitian berkualitas. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa dari universitas di daerah memiliki potensi yang sama untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Pencapaian Rida adalah kebanggaan bersama. Kami semua, baik dosen, mahasiswa, dan staf administratif, ikut mendukung kesuksesannya. Semoga ini menjadi awal dari banyak prestasi mahasiswa Unismuh Kendari di tingkat nasional dan internasional,” ucap salah seorang dosen lain yang meminta agar namanya tidak disebutkan.
Dengan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga pada pengembangan penelitian yang relevan dengan tantangan sosial dan lingkungan masyarakat lokal.
Penutup
Pencapaian gemilang yang diraih oleh Rida Putri Mahendra, mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Kimia Universitas Muhammadiyah Kendari, menunjukkan bahwa potensi akademis dan penelitian tingkat nasional tidak eksklusif milik universitas-universitas besar di pusat kota. Dengan dedikasi tinggi, bimbingan yang baik, dan dukungan fasilitas yang memadai, mahasiswa dari universitas di daerah seperti Kendari mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berkualitas tetapi juga relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ke depannya, diharapkan prestasi Rida dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan inovasi. Universitas Muhammadiyah Kendari juga perlu terus meningkatkan investasi pada fasilitas penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan ekosistem akademis yang mendukung penelitian berkualitas. Dengan komitmen berkelanjutan pada excellence dan inovasi, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus menghasilkan prestasi-prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus
Tanggal: 17 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara