Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kimia Universitas Muhammadiyah Kendari secara resmi meluncurkan serangkaian program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas akademik dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Peluncuran program ini dilakukan pada Sabtu, 19 April 2026, di Aula Gedung Fakultas Kimia dengan menghadirkan berbagai stakeholder internal kampus dan perwakilan organisasi mahasiswa lintas fakultas.
Program komprehensif yang diberi nama “Kimia Maju 2026: Akselerasi Kompetensi dan Karakter” menampilkan tiga pilar utama, yakni peningkatan prestasi akademik, pengembangan keterampilan soft skill, dan penanaman nilai-nilai kepemimpinan berbasis karakter Islam. Inisiatif ini menjadi respons konkret terhadap tantangan yang dihadapi mahasiswa Fakultas Kimia dalam menghadapi kompetisi global dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Latar Belakang dan Urgensi Program
Fakultas Kimia Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan salah satu unit akademik terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara dengan beban tanggung jawab yang signifikan. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 1.247 orang yang tersebar di berbagai program studi, termasuk Kimia, Teknologi Hasil Pertanian, dan Agroteknologi, Fakultas Kimia menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.
Namun, berdasarkan evaluasi internal yang dilakukan sepanjang tahun akademik 2024-2025, BEM Fakultas Kimia menemukan beberapa tantangan signifikan. Diantaranya adalah rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan inovasi, masih terbatasnya ruang diskusi yang memfasilitasi pembelajaran peer-to-peer, serta kurangnya program yang secara khusus melatih mahasiswa dalam hal kepemimpinan dan manajemen organisasi.
“Kami melihat potensi luar biasa dalam mahasiswa Fakultas Kimia kami. Namun, potensi tersebut perlu digarap dan dikembangkan secara sistematis melalui program-program yang terstruktur. Itulah mengapa BEM merasa panggilan untuk mengambil inisiatif ini,” ujar Aldi Rahman Pratama, Ketua BEM Fakultas Kimia periode 2025-2026, dalam kesempatan peluncuran program tersebut.
Tiga Pilar Program Unggulan
Program “Kimia Maju 2026” dirancang dengan pendekatan holistik yang menyentuh berbagai aspek pengembangan mahasiswa. Pilar pertama, “Kolaborasi Riset dan Inovasi,” merupakan program yang memfasilitasi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan ide-ide inovatif. Program ini akan menyelenggarakan serangkaian workshop tentang metodologi penelitian, kolaborasi dengan tim riset dosen, serta pendanaan untuk proyek-proyek penelitian mahasiswa.
“Kami akan mengalokasikan dana khusus sebesar 50 juta rupiah untuk mendukung lima hingga sepuluh kelompok penelitian mahasiswa. Setiap kelompok akan mendapatkan bimbingan langsung dari dosen pembimbing dan akses ke laboratorium yang lebih luas,” jelas Aldi Rahman dalam penjelasan detail mengenai pilar pertama.
Pilar kedua adalah “Forum Dialog dan Pengembangan Wawasan” atau yang disingkat sebagai FDPW. Melalui program ini, BEM akan menyelenggarakan diskusi mingguan yang menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, baik dari kalangan akademisi, profesional industri, maupun aktivis sosial. Topik-topik yang akan diangkat berkisar pada isu-isu terkini mulai dari sustainability dalam industri kimia, entrepreneurship berbasis sains, hingga etika bisnis dalam dunia farmasi dan manufaktur.
Sementara itu, pilar ketiga, “Program Pengembangan Kepemimpinan dan Karakter Islami” atau PPKKI, menjadi fokus utama BEM dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan profesional. Program ini akan melibatkan serangkaian pelatihan kepemimpinan, mentoring dari para alumni sukses, serta kegiatankegiatan sosial yang sejalan dengan misi universitas sebagai institusi berbasis nilai-nilai Islam.
Dukungan dari Pimpinan Kampus
Peluncuran program ini mendapat sambutan hangat dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dekan Fakultas Kimia, Dr. Ir. Haji Supratman, M.Sc., hadir secara langsung dalam acara peluncuran dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang digagas oleh BEM.
“Sebagai dekan, saya sangat apresiasi terhadap kemandirian dan inisiatif BEM dalam merancang program-program ini. Ini menunjukkan kesadaran bahwa pengembangan mahasiswa bukan hanya tanggung jawab fakultas, tetapi juga tanggung jawab bersama antara pimpinan, dosen, dan mahasiswa sendiri,” kata Dekan Supratman dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Dekan Supratman mengungkapkan bahwa pihak Fakultas Kimia siap memberikan dukungan infrastruktur dan fasilitasi administratif untuk kelancaran program-program BEM tersebut. “Kami akan membuka akses yang lebih luas terhadap laboratorium untuk kegiatan riset mahasiswa, dan kami juga akan memfasilitasi undangan pembicara dari luar kampus untuk kegiatan forum dialog BEM,” tambahnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Darmawan, juga hadir dan memberikan perspektif lebih luas mengenai pentingnya pengembangan mahasiswa di era digital dan global saat ini. “Mahasiswa kita harus tidak hanya pandai dalam hal akademik, tetapi juga memiliki soft skill dan karakter yang kuat. Program yang BEM luncurkan hari ini sejalan dengan visi universitas dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten dan berkarakter,” ujar Prof. Darmawan.
Respons Positif dari Mahasiswa dan Organisasi Lain
Respon dari kalangan mahasiswa terhadap peluncuran program “Kimia Maju 2026” sangat positif. Banyak mahasiswa yang langsung mendaftar untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ditawarkan. Khususnya untuk program riset dan inovasi, dalam tiga hari pertama setelah peluncuran, sudah ada 12 kelompok mahasiswa yang mengajukan proposal penelitian mereka.
Syifa Amelia Putri, mahasiswa semester lima program studi Kimia, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Selama ini, saya merasa agak kesulitan untuk memulai riset karena terbatasnya informasi dan pendanaan. Program dari BEM ini sangat membantu karena memberikan jalan yang jelas dan dukungan finansial. Saya sudah join di kelompok riset yang fokus pada pengembangan material ramah lingkungan,” kata Syifa dengan nada antusias.
Organisasi mahasiswa lain di Fakultas Kimia, seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kimia dan Organisasi Mahasiswa Pengembang Minat Bakat (OMPB) juga mengapresiasi inisiatif BEM ini. Ketua HMPS Kimia, Muhammad Rizki Wijaya, mengindikasikan bahwa organisasinya siap berkolaborasi dan sinergi dengan BEM dalam mengeksekusi program-program tersebut.
“Sebagai HMPS, kami fokus pada peningkatan prestasi akademik program studi. Dengan adanya program dari BEM, akan ada sinergi yang lebih baik antara kami. Kami bisa fokus pada aspek akademik murni, sementara BEM lebih mengurus aspek pengembangan softskill dan kepemimpinan,” jelas Rizki dalam wawancara usai acara peluncuran.
Jadwal dan Mekanisme Implementasi
Program “Kimia Maju 2026” telah menetapkan timeline yang jelas untuk implementasi. Fase pertama dimulai pada bulan Mei 2026 dengan pembukaan registrasi resmi untuk semua ketiga pilar program. Workshop dan orientation session akan dilaksanakan pada minggu-minggu pertama bulan Mei untuk memberikan penjelasan detail kepada mahasiswa yang ingin bergabung.
Untuk pilar pertama tentang penelitian dan inovasi, proposal penelitian akan dievaluasi oleh sebuah komite yang terdiri dari dosen senior dari Fakultas Kimia. Komite akan memilih lima hingga sepuluh proposal terbaik untuk mendapatkan pendanaan. Periode pelaksanaan penelitian direncanakan dari Juni hingga November 2026, dengan seminar hasil penelitian dijadwalkan pada akhir bulan November.
Pilar kedua, Forum Dialog dan Pengembangan Wawasan, akan diselenggarakan setiap dua minggu sekali dimulai dari awal Mei. Lokasi forum akan bergantian antara aula Fakultas Kimia dan ruang-ruang diskusi yang lebih intim untuk mendorong partisipasi aktif. Pembicara pertama yang sudah dikonfirmasi adalah seorang entrepreneur muda lulusan Fakultas Kimia yang kini memiliki usaha di bidang produk kecantikan berbahan alami.
Sementara untuk pilar ketiga, PPKKI akan dilaksanakan dalam format camp atau retreat pada bulan Juli 2026, diikuti dengan sesi-sesi mentoring yang berkelanjutan sepanjang tahun akademik. Program ini akan melibatkan sekitar 100-150 mahasiswa yang telah melalui seleksi berdasarkan motivasi dan track record mereka di organisasi mahasiswa.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan diluncurkannya program komprehensif ini, BEM Fakultas Kimia Universitas Muhammadiyah Kendari berharap dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas mahasiswa, baik dari segi akademik, soft skill, maupun karakter kepemimpinan. Dalam jangka pendek, program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.
“Target kami adalah minimal 20 publikasi ilmiah dari mahasiswa kami dalam satu tahun ke depan. Saat ini, kontribusi mahasiswa masih terbatas. Dengan program riset yang kami luncurkan, kami yakin angka ini bisa tercapai,” ungkap Aldi Rahman.
Dalam jangka menengah, program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem akademik yang lebih sehat dan mendukung di Fakultas Kimia, dengan peningkatan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan industri. Sementara dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan reputasi dan ranking Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya di tingkat nasional dan regional.
Lebih dari itu, BEM juga berencana untuk mengevaluasi program ini secara berkala dan melakukan penyesuaian sesuai dengan feedback yang diterima dari mahasiswa dan stakeholder lainnya. “Kami akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan program berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan nilai tambah kepada mahasiswa,” jelas Aldi.
Penutup
Peluncuran program “Kimia Maju 2026: Akselerasi Kompetensi dan Karakter” oleh BEM Fakultas Kimia Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan komitmen yang kuat dari organisasi mahasiswa dalam mengembangkan kualitas mahasiswa. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dosen, dan partisipasi aktif dari mahasiswa, program ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di Fakultas Kimia.
Semangat inovasi dan kemandirian yang ditunjukkan oleh BEM ini patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari. Melalui kerjasama sinergis antara berbagai pihak, diharapkan mahasiswa Fakultas Kimia dapat menjadi generasi pemimpin yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.
—
Laporan dari Kendari
Diterbitkan: 19 April 2026